Friday, October 2, 2009

MENJADI DIRI SENDIRI

"Be your self" Betul siapapun anda siapa pun kita sudah semestinya untuk selalu berjuang dan berusaha keras untuk menjadi diri sendiri. Karena menjadi diri sendiri berarti menjadikan hidup kita jauh lebih bermakna, jauh dari bayangan-bayangan oknum yang kita tiru. Tak pernah ada cerita yang menunjukan secara faktual bahwa sipengagum Michael Jackson atau Agnes Monica,umpamanya, ternyata jauh lebih terkenal ketimbang pujaanya sendiri. Kalau anda selalu bersikap demikian, selalu pula anda akan terus menjadi 'anak bawang'.
Apasih enaknya menjadi anak bawang?. Tentu sangat banyak tidak enaknya ketimbang enaknya, paling-paling rasa enak tersebut hanya bersifat semu,kebahagiaan semu karena diri merasa seperti yang di idolakan banyak orang, selebihnya hanyalah merasa sakit. Nggak percaya? Mari tengok kemungkinan-kemungkinan berikut:
pertama, Tahukah dan sadarkah anda bahwa sang idola yang kita tiru-tiru itu sama sekali tidak mengenal kita, justru dengan kian banyak tiruannya, semakin melambungkan popularitasnya. Sementara posisi kita yang menirunya, akan kian tersisi karna banyaknya tiruan-tiruan.
Kedua, Orang akan mengangap kita tak memiliki keperibadian dan otentisitas dalam mengekspresikan jati diri. Kita sama sekali hampa dari segala gerak-gerik kehidupan pribadi kita.Apa sih enaknya?
Ketiga, Kita semakin terjauhkan dari potensi-potensi diri yang secara genetik dan natural melekat pada diri kita. Jangan sangkah idola yang kita tiru habis-habisan mendapatkannya bukan dari potensi dirinya yang dikembangkan sedemikian kerasnya sehinga membuahkan hasil seperti jati diri dan makna hidupnya, demikian pula anda. kalau anda menirunya dalam konteks untuk mengeksplorasi potensi-potensi diri anda, maka bukan mustahil suatu kelak anda akan menjadi sepopuler dan sememukau dia yang kini anda puja dan tiru, kendati tentu saja bentuk hasilnya akan sangat berfariasi. Anda yang kini memuja artis Mandarin,umpamanya,jangan berharap akan menjadi artis Mandarin pula karena anda merasa telah mengoptimalkan potensi diri anda. Bole jadi anda akan menjadi sekertaris,wartawan,penulis,seniman dll. yang justru dalam keragaman bentuk ekspresi jati diri itu akan menciptakan keragaman pemaknaan potensi dan jati diri.
Jadi, mengapa anda harus berfikir untuk menjadi peniru, bukan pioner/pencetus?